Perkenalan yang ke sekian
Masa kecilku sangat produktif, aku sangat rajin orangnya, iya rajin, rajin bermain, samalah seperti anak-anak pada umumnya, ga ada tuh kepikiran "ah aku mau belajar", kerjanya sepulang sekolah main karet, main kelereng, main dakon, main engklek, main gatrik, main layangan, main boi boian, main benteng, "main teroooooooooos pulang kamu pulang!!!!" (kata emakku) , pulang pulang di omelin , sampe pada akhirnya sekarang mikir coba dulu rajin belajar , pasti sekarang rajin , tapi ya sudahlah ya, sudah berlalu, sekarang dicoba sapa tau jadi rajin. Just info , mainan yang tadi aku sebutin adalah mainan tradisional semua, ga ada itu Game online, dulu orang punya gimbot aja sudah waow. ya begitulah cukup produktif kita dulu meskipun tidak belajar :').
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
O iya Mungkin ada diantara kalian yang asing dengan Pulau Buru, Waegeren hayo ngaku, kalau kalian ingat ingat lagi pelajaran sejarah sewaktu sekolah terkait pembuangan tahanan politik yang divonis terlibat gerakan G-30 S PKI, disanalah mereka dibuang, dan disanalah aku lahir dan dibesarkan.
Di Pulau Buru sebagian besar penduduknya bermata pencaharian bertani, jujur daerahku termasuk daerah yang masih terbelakang, dulu aku masih ingat sekali , aku mengalami masa dimana listrik belum ada, jalan belum beraspal, jarak antar rumah dibatasi oleh hutan atau kebun, yang kalau mau manggil tetangga harus teriak-teriak, belum ada tuh internet jadi ga bisa mereka whatsappan , bahkan hp tulalit pun ga ada yang punya, tapi Alhamdulillah sarana prasarana itu meski belum sepenuhnya baik tapi cukup baik dari keadaan sebelumnya.
Terkait masalah pendidikan dizamanku kalau kufikir-fikir kembali, dulu kami sangat ketinggalan informasi mengenai pendidikan yang memadai, guru bahasa inggris di masa SD ku pun tidak ada, bahkan motivasi untuk bersekolah saat itu kecil, kebanyakan hanya menamatkan masa SD nya setelah itu mencari kerja atau membantu pertanian sanak saudaranya.
Begitulah sedikit ceritaku, masih rancuh aku nulisnya , loncat-loncat topik pembahasannya, mohon dimaklumi, kalau ada yang keliru dan ada penempatan kata dan tanda baca boleh banget di kritik dan diberi saran , supaya aku bisa menulis dengan lebih baik lagi.
Terimakasih yang sudah baca, sekali lagi salam kenal, semoga ceritanya bermanfaat walau sebutir atom, sekian dan sampai jumpa di cerita selanjutnya :)

Komentar